Pesona Ikan Lumba-lumba



118
Tidak ada haiwan yang begitu ramah dan bersahabat seperti ikan lumba-lumba. Sikap mereka yang jinak dan bersahabat nampak jelas dari wajahnya.

Saat kelahiran, pertama kali yang keluar ekornya, kemudian badannya dan akhirnya kepalanya. Untuk memberi makan anaknya, induk lumba-lumba menggerakkan otot di kelenjar susunya untuk mengeluarkan air susu ke dalam mulut anaknya. Kalian dapat membandingkannya dengan menekan botol susu dengan menggunakan tangan untuk mengeluarkan isinya keluar.
 

Mamalia sebenarnya tidak memerlukan cara mengeluarkan susu seperti ini untuk menyusui anaknya. Namun, cara seperti itu sangat penting semasa di dalam air. Dapatkah induk lumba-lumba tersebut berfikir dan mengembangkan cara seperti itu sendiri? Mungkinkah ia mengetahui pentingnya cara seperti itu dan melengkapi kelenjar susunya dengan otot-otot? Seperti yang kalian bayangkan, itu tidak mungkin! Seperti yang ditekankan semula, Allah telah menciptakan badan induk lumba-lumba dengan keadaan yang amat sesuai dengan keperluan anaknya.

Sistem pernafasan lumba-lumba juga mirip dengan manusia. Namun letak lubang hidungnya tidak di tengah-tengah wajahnya, tapi di bahagian atas kepalanya. Seperti manusia, sebelum menyelam, lumba-lumba menghirup udara dan menahannya di dalam paru-paru. Saat ia muncul dari kedalaman air, beberapa meter sebelum mencapai permukaan, ia akan menghembuskan udara dengan kuat melalui lubang udaranya.

119
Kalian mungkin pernah melihat di TV bagaimana santainya lumba-lumba berenang di air dan bahkan mampu berlumba dengan kapal. Ikan lumba-lumba adalah perenang yang sempurna. Kulitnya yang licin dan halus adalah penyebab utama mengapa mereka boleh berenang dengan begitu sempurna. Keistimewaan ini membantunya meluncur dalam air dan berenang dengan cepat. Keistimewaan lainnya yang membuat lumba-lumba berenang dengan cepat adalah hidungnya, yang disebut sebagai muncung. Muncung lumba-lumba bentuknya sangat ideal untuk berenang cepat, bahkan menjadi model bagi rekacipta kapal.

Berkat bentuk tersebut, kapal kita dapat berlayar lebih cepat daripada sebelumnya.
118a

Tahukah kalian bahawa lumba-lumba tidak mempunyai pancaindera bau dan juga buta?

Namun, Allah telah memberinya pendengaran yang sangat tajam. Lumba-lumba dapat mendengar bunyi yang jauhnya berkilo-kilometer. Sebagai tambahan, dengan menggunakan sistem yang ada pada tubuhnya yang mirip dengan peralatan “sonar” yang digunakan di bawah laut, mereka dapat dengan mudah mengetahui arah dan mengetahui tempat mangsanya. Sistem kerja alat tersebut sebagai berikut : Bunyi yang dikeluarkan lumba-lumba, yang tidak dapat didengar oleh manusia, menyebar dalam bentuk gelombang bunyi di bawah air. Ketika gelombang bunyi itu mengenai suatu benda, ia akan menghentamnya dan memantul kembali. Waktu yang diperlukan gelombang bunyi untuk menghentam ikan atau batu dan memantul kembali menunjukkan jarak dari mangsa atau batu tersebut. Sistem pada lumba-lumba tersebut memberi ilham kepada para ilmuwan untuk membuat sistem sonar pada kapal selam.

Pancaindera pendengaran lumba-lumba yang sangat tajam melindunginya menjadi mangsa dari ikan lainnya di laut.


Diedit dari laman web:http://www.harunyahya.com

Catat Ulasan

0 Ulasan